There was an error in this gadget

Sunday, 19 June 2011

Dari Hati ini

Ya ALLAH, jika hamba jatuh CINTA, sedarkanlah hamba CINTA MU Yang Palin Agung...Bersemi CINTA buat Rasul MU...Umi abah dan keluarga....Ujian hati,pengajaran buat hamba...ALHAMDULILLAH,ku disedarkan oleh MU....

7 Hari Seminggu.

بسم الله الرحمن الرحيم

Perkongsian Ilmu

Peristiwa Dalam Seminggu
ALLAH SWT  menjadikan masa dalam seminggu terdapat 7 hari iaitu ISNIN , SELASA, RABU, KHAMIS, JUMAAT , SABTU & AHAD. Dalam setiap hari ,terjadi peristiwa-peristiwa penting sepanjang zaman. Ada beberapa peristiwa penting yang terjadi di masa lampau.

- Hari Isnin-
*Naiknya Nabi Idris AS ke langit.
*Nabi Musa AS berangkat ke Bukit Tursina.
*Rasulullah SAW dilahirkan.
*Malaikat Jibril AS turun kepada Rasulullah SAW buat kali pertama.
*Amal umat Nabi Muhammad dilaporkan pada hari Isnin.
*Hari kewafatan Rasulullah SAW.
*Bukti KEESAAN ALLAH SWT diturunkan Surah Al Ikhlas (Qul Huwallahu Ahad)


-Hari Selasa-
*Wafatnya Jurjis.
*Kewafatan Nabi Yahya AS.
*Kewafatan Nabi Zakaria AS.
*Tewasnya tukang-tukang sihir Firaun.
*Kewafatan Asiah (Isteri Firaun).
*Disembelih lembu kaum Bani Israel.
*Terbunuhnya Habil.

-Hari Rabu-
*ALLAH SWT menenggelamkan Qarun bersama keluarga dan harta kekayaannya ke dalam perut Bumi.
*ALLAH SWT menghancurkan Firaun beserta semua tentera-tenteranya.
*ALLAH SWT menghancurkan Raja Namrud  dengan memasukkan nyamuk ke dalam telinganya.
*ALLAH SWT menghancurkan Kaum Nabi Saleh AS.
*ALLAH SWT menghancurkan Kaum Nabi Hud dengan hembusan angin yang kuat.
*Syadad Bin Ad musnah.


-Hari Khamis-

*Nabi Ibrahim AS bertemu dengan Raja Mesir.
*Saudara-saudara Nabi Yusuf AS bertemu dengan Nabi Yusuf AS setelah mereka membuang dan mengaasingkannya.
*Bunyamin saudara kepada Nabi Yusuf AS datang ke negeri Mesir dan berjumpa dengan Nabi Yusuf AS.
*Nabi Ya'kub AS (ayah kepada Nabi Yusuf AS )datang ke negeri Mesir bagi berjumpa dengan Nabi Yusuf AS.
*Nabi Musa AS memasuki negeri Mesir (untuk mengajak Firaun menyembah kepada ALLAH SWT).
*Rasulullah SAW memasuki Kota Mekah (selepas perjanjian Hudaibiyah).


-Hari Jumaat-
*Pernikahan Nabi Adam AS dengan Hawa.
*Hari pernikahan Nabi Yusuf AS dengan Zulaikha.
*Hari pernikahan Nabi Musa AS dengan Shafura' binti Nabi Syuib AS.
*Pernikahan Nabi Sulaiman AS dengan Ratu Balqis (Ratu Negeri Saba').
*Hari pernikahan Rasulullah SAW dengan Khadijah.
*Hari pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah Binti Abu Bakar.
*Pernikahan Saidina Ali Bin Abi Talib dengan Fatimah Az- Zahra binti Rasulullah SAW.

Di antara 7 hari dalam seminggu, hari Jumaat adalah hari yang paling mulia dan banyak fadhilatnya.
Pada hari Jumaat juga terdapat solat  Jumaat, yang tidak ada pada hari-hari lain.

Rasulullah SAW ada bersabda yang bermaksud,mafhumnya:
"Barangsiapa yang pergi menghadiri Solat Jumaat pada masa  pertama (bermula jam 7 pagi) ia seumpama berkorban seekor unta. Barang siapa yang pergi menghadiri Solat Jumaat pada masa ke-2 (bermula jam 8 pagi)ia seperti berkorban seekor lembu. Barang siapa yang pergi menghadiri Solat Jumaat pada masa ke-3 (bermula jam 9 pagi) seperti berkorban seekor kambing (Kibas). Barang siapa yang menghadiri Solat Jumaat pada masa ke-4 (bermula jam 10 pagi) ia seperti memberi hadiah seekor ibu ayam dan barang siapa menghadiri solat Jumaat pada masa ke-5 (bermula jam 11 pagi) ia seolah-olah memberi hadiah sebiji telur. Apabila imam telah naik ke mimbar , Malaikat menutup buku catatan amal dan ikut serta mendengarkan khuthbah. Mmaka barang siapa yang datang ke masjid selepas itu seolah-olah ia hanya datang umtuk solat semata-mata."


-Hari Sabtu-
*Kaum Nabi Nuh AS tidak mengikuti suruhan Nabi Nuh AS.
*Kaum Nabi Saleh AS mencabar nabinya dengan menyembelih unta yang telah diamanahkan kepada mereka.
*Saudara-saudara Nabi Yusuf AS mengkhianati Nabi Yusuf AS dengan mencampakkannya ke dalam perigi.
*Raja Firaun mencabar Nabi Musa AS.
*Orang-orang Yahudi mengkhianati dan mengejar Nabi Isa AS untuk membunuhnya. ALLAH SWT mengangkat Nabi Musa AS ke langit.
*Orang-orang Quraisy menipu dan mencabar Nabi Muhammad SAW di Darun Nadwah.
*Kaum Yahudi melanggar perintah ALLAH SWT dengan pergi menangkap ikan walaupun terdapat larangan berbuat demikian pada hari itu.


-Hari Ahad-
*ALLAH menjadikan Neraka.
*ALLAH SWT menjadikan 7 lapisan Bumi.
*Hari terciptanya 7 lautan.
*ALLAH SWT menjadikan 7 anggota Nabi Adam AS.
*ALLAH SWT menjadikan bilangan hari yang 7.
*ALLAH SWT menjadikan bintang-bintang yang beredar.
>Naiknya Nabi Idris AS ke langit .
> Nabi Musa AS berangkat ke bukit Thursina.
>Rasulullah SAW dilahirkan.
> Malaikat Jibril AS turun kepada Rasulullah SAW buat pertama kalinya.
> Amal perbuatan umat Nabi Muhammad SAW dilaporkan pada hari Isnin.
>Hari kewafatan Rasulullah SAW.
>Bukti Ke ESaan ALLAH SWT (Surah Al-Ikhlas) diturunkan.

Friday, 6 May 2011

Siapa Imam Mahdi?

Siapa Imam Mahdi?
Asslamualaikum, alhamdulillah ALLAH mbrikn ksemptn untk brkngsi sdkit ilmu drpd pmbacaan sya....Mudh2n pkongsian ilmu ini bermanfaat buat smua....

Mengenal Al-Imam Al-Mahdi

Syariat sejatinya telah gamblang menjelaskan definisi dan menyuguhkan gambaran akan sosok Al-Imam Al-Mahdi. Namun bersemainya penyimpangan tak pelak menjadikan gambaran Al-Imam Al-Mahdi itu menjadi kabur.

Beriman akan Munculnya

Telah menjadi kewajiban setiap muslim untuk mengimani segala yang diberitakan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana ini menjadi konsekuensi persaksian kita: “Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.” Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَيُؤْمِنُوا بِي وَبِمَا جِئْتُ بِهِ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّهَا وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada sesembahan yang benar melainkan Allah dan agar mereka beriman kepada apa yang kubawa. Bila mereka melakukan itu maka mereka telah melindungi darah dan harta mereka dariku kecuali dengan haknya. Adapun perhitungannya diserahkan kepada Allah.” (Shahih, HR. Muslim, Kitabul Iman Bab Al-Amru bi Qitalin Nas Hatta.)

Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tegaskan:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (Al-Hasyr: 7)

Ini menunjukkan wajibnya beriman dengan segala yang diberitakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik berita yang terkait dengan apa yang telah lalu atau yang akan datang. Termasuk di antaranya adalah akan munculnya Al-Imam Al-Mahdi.

Berita akan munculnya sosok penegak sunnah nan adil itu telah disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak hadits. Bahkan tak sedikit dari para ulama yang menyatakan bahwa haditsnya mencapai derajat mutawatir secara makna, sehingga tiada lagi celah bagi siapapun untuk mengingkarinya. Di antara ulama yang menyatakan kemutawatiran hadits-haditsnya adalah Abul Hasan Muhammad bin Husain As-Sijzi (wafat 363 H), Muhammad Al-Barzanji (wafat 1103 H), As-Safarini, As-Sakhawi, Asy-Syaukani, Shiddiq Hasan Khan, Al-Kattani, dan lain-lain rahimahumullah.

Dan para ulama yang menyebutkan keshahihan hadits tentang Al-Mahdi sangat banyak, dari kalangan ulama terdahulu maupun belakangan. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu telah menyebutkan sebagian nama mereka, di antaranya 16 ulama yang saya sebutkan sebagiannya: Abu Dawud, Al-Qurthubi, Ibnu Taimiyyah, Adz-Dzahabi, Ibnul Qayyim, dan Ibnu Hajar rahimahumullah.

Sehingga ini menjadi salah satu akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. As-Safarini mengatakan: “Telah banyak riwayat yang menyebutkan akan munculnya Al-Mahdi sehingga mencapai derajat mutawatir secara makna. Dan itu telah tersebar di kalangan Ahlus Sunnah sehingga teranggap sebagai aqidah mereka….” –beliau menyebut hadits, atsar serta nama para sahabat yang meriwayatkannya, lalu beliau berkata– “Dan telah diriwayatkan dari para sahabat yang disebutkan dan selain mereka dengan riwayat yang banyak, juga dari para tabi’in setelah mereka, yang dengan semua itu memberi faedah ilmu yang pasti. Maka mengimani munculnya Mahdi adalah wajib sebagaimana telah ditetapkan oleh para ulama dan tertulis dalam akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. (Lawami’ul Anwar Al-Bahiyyah, 2/84)

Beberapa Hadits tentang Al-Imam Al-Mahdi

1. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ يَوْمٌ – قَالَ زَائِدَةُ فِي حَدِيْثِهِ – لَطَوَّلَ اللهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ فِيْهِ رَجُلاً مِنِّي – أَوْ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي – يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمَ أَبِي، يَمْلَأُ اْلأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا

“Bila tidak tersisa dari dunia kecuali satu hari –Za`idah (salah seorang rawi) mengatakan dalam haditsnya– tentu Allah akan panjangkan hari tersebut, sehingga Allah utus padanya seorang lelaki dariku –atau dari keluargaku–. Namanya sesuai dengan namaku, dan nama ayahnya seperti nama ayahku. Ia memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kedzaliman dan keculasan.” (Hasan Shahih, HR. Abu Dawud, Shahih Sunan no. 4282; sanadnya jayyid menurut Ibnul Qayyim rahimahullahu dalam Al-Manarul Munif; At-Tirmidzi no. 2230, 2231; Ibnu Hibban no. 6824, 6825)

2. Dari ‘Ali (bin Abi Thalib) radhiyallahu ‘anhudari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia mengatakan:

لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدَّهْرِ إِلاَّ يَوْمٌ لَبَعَثَ اللهُ رَجُلاً مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يَمْلَؤُهَا عَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا

“Bila tidak tersisa dari masa ini kecuali satu hari, tentu Allah akan munculkan seorang lelaki dari ahli baitku (keluargaku) yang akan memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana (sebelumnya) telah dipenuhi dengan kecurangan.” (Shahih, HR. Abu Dawud no. 4283 Kitab Al-Mahdi dan ini adalah lafadznya, Ibnu Majah no. 4085, Kitabul Fitan Bab Khurujul Mahdi)

3. Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia mengatakan: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْمَهْدِيُّ مِنْ عِتْرَتِي مِنْ وَلَدِ فَاطِمَةَ

“Al-Mahdi dari keluargaku dari putra Fathimah.” (Shahih, HR. Abu Dawud dan ini lafadznya, Shahih Sunan no. 4284, Ibnu Majah no. 4086, dan Al-Hakim no. 8735, 8736)

4. Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

الْمَهْدِيُّ مِنِّي، أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى اْلأَنْفِ، يَمْلَأُ اْلأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِيْنَ

“Al-Mahdi dariku, dahinya lebar, hidungnya mancung, memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana (sebelumnya) telah dipenuhi dengan kedzaliman, berkuasa selama 7 tahun.” (Hasan, HR. Abu Dawud no. 4285 dan ini lafadznya, Ibnu Majah no. 4083, At-Tirmidzi, Kitabul Fitan Bab Ma Ja`a Fil Mahdi no. 2232, Ibnu Hibban no. 6823, 6826 dan Al-Hakim no. 8733, 8734, 8737)

5. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا نَزَلَ ابْنُ مَرْيَمَ فِيْكُمْ وَإِمَامُكُمْ مِنْكُمْ؟

“Bagaimana dengan kalian jika turun kepada kalian putra Maryam, sementara imam kalian dari kalian?” (Shahih, HR. Al-Bukhari, Kitab Ahaditsul Anbiya` Bab Nuzul ‘Isa ibni Maryam, no. 3449; Muslim dalam Kitabul Iman Bab Fi Nuzul Ibni Maryam, 2/369, 390)

6. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُوْنَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِيْنَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. قَالَ: فَيَنْزِلُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ فَيَقُوْلُ أَمِيْرُهُمْ: تَعَالَ صَلِّ لَنَا، فَيَقُوْلُ: لاَ، إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ تَكْرِمَةَ اللهِ هَذِهِ اْلأُمَّةَ

“Masih tetap sekelompok dari umatku berperang di atas kebenaran. Mereka unggul sampai hari kiamat, lalu turun ‘Isa putra Maryam. Maka pemimpin mereka mengatakan: ‘Kemari, jadilah imam kami.’ Ia menjawab: ‘Tidak, sebagian kalian adalah pemimpin atas sebagian yang lain, sebagai kemuliaan dari Allah untuk umat ini’.” (Shahih, HR. Muslim dalam Kitabul Iman Bab La Tazal Tha`ifah min Ummati, 2/370, no. 393)

Hadits-hadits yang terdapat dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim ini menunjukkan dua hal:

Pertama: Ketika turunnya ‘Isa bin Maryam dari langit, yang memegang kepemimpinan muslimin ketika itu adalah seorang dari mereka.

Kedua: Keberadaan pemimpin mereka untuk shalat, lalu ia mengimami muslimin, serta permintaannya kepada Nabi ‘Isa ‘alaihissalam saat turunnya untuk mengimami mereka. Ini semua menunjukkan keshalihan pemimpin tersebut dan bahwa ia berada di atas petunjuk.

Dan (dalam hadits) itu walaupun tidak ada penegasan dengan lafadz Al-Mahdi, tetapi menunjukkan sifat orang yang shalih yang mengimami muslimin di waktu itu. Dan terdapat hadits-hadits dalam kitab-kitab Sunan maupun Musnad serta lainnya, yang menerangkan bahwa hadits-hadits yang ada dalam dua kitab shahih itu menunjukkan bahwa orang shalih tersebut bernama Muhammad bin Abdullah dari keturunan Al-Hasan bin ‘Ali, yang disebut dengan Al-Mahdi. Dan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu sebagiannya menerangkan sebagian yang lain. Di antara hadits yang menunjukkan hal itu adalah hadits yang diriwayatktan oleh Al-Harits ibnu Abi Usamah dalam Musnad-nya dengan sanadnya dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَنْزِلُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ فَيَقُوْلُ أَمِيْرُهُمُ الْمَهْدِيُّ: تَعَالَ، صَلِّ بِنَا. فَيَقُوْلُ: لاَ، إِنَّ بَعْضَهُمْ أَمِيْرُ بَعْضٍ، تَكْرِمَةُ اللهِ لِهَذِهِ اْلأُمَّةِ

“Isa putra Maryam turun, lalu pemimpin mereka Al-Mahdi mengatakan: ‘Imamilah kami’. Ia menjawab: ‘Sesungguhnya sebagian mereka pemimpin bagi sebagian yang lain, sebagai kemuliaan dari Allah untuk umat ini’.”

Hadits ini dikatakan oleh Ibnul Qayyim rahimahullahu dalam kitabnya Al-Manarul Munif: “Sanadnya bagus.” (Abdul Muhsin Al-‘Abbad, ‘Aqidatu Ahlil Atsar. Lihat pula Ash-Shahihah, no. 2236)

Nama Al-Imam Al-Mahdi dan Nasabnya

Nama beliau adalah Muhammad atau Ahmad bin Abdullah. Seperti dalam hadits yang lalu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan: “Namanya sesuai dengan namaku, dan nama ayahnya sesuai dengan nama ayahku.”

Dia dari keturunan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana disebutkan dalam riwayat: “Dari ahli baitku.” (HR. Abu Dawud, no. 4282 dan 4283). Dalam riwayat lain: “Dari keluarga terdekatku (‘itrah-ku).” (HR. Abu Dawud, no. 4284). Dalam riwayat lain: “Dariku.” (HR. Abu Dawud no. 4285) dari jalur perkawinan ‘Ali bin Abu Thalib dan Fathimah bintu Rasulillah. Sebagaimana dalam hadits yang lalu dikatakan: “Seseorang dari keluargaku” dan “dari anak keturunan Fathimah.” (HR. Abu Dawud no. 4284)

Oleh karenanya, Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Dia adalah Muhammad bin Abdillah Al-‘Alawi (keturunan Ali) Al-Fathimi (keturunan Fathimah) Al-Hasani (keturunan Al-Hasan). Allah Subhanahu wa Ta’ala memperbaikinya dalam satu malam yakni memberinya taubat, taufik, memberinya pemahaman serta bimbingan padahal sebelumnya tidak seperti itu.” (An-Nihayah fil Malahim wal Fitan, 1/17, Program Maktabah Syamilah)

Sifat Fisiknya

Di antara sifat fisiknya adalah sebagaimana disebutkan dalam riwayat Abu Dawud (no. 4285) dan yang lain:

أَجْلَى الْجَبْهَةِ Artinya, “Tersingkap rambutnya dari arah kepala bagian depan,” atau “Dahinya lebar.”

أَقْنَى اْلأَنْفِ “Hidungnya mancung, ujungnya tajam, bagian tengahnya agak naik.”

Al-Qari mengatakan: “Maksudnya, beliau tidak pesek, karena yang demikian adalah bentuk yang tidak disukai.”

Menebar Keadilan

Di antara sifat Al-Mahdi adalah bahwa ia menebar keadilan dan melenyapkan kedzaliman serta keculasan. Sebagaimana tersebut dalam hadits: “Memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezhaliman.” (HR. Abu Dawud no. 4282, 4283, 4285)

Sehingga disebutkan dalam hadits dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah bersabda:

يَكُوْنُ فِي أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ إِنْ قَصَرَ فَسَبْعٌ وَإِلاَّ فَتِسْعٌ فَتَنْعَمُ فِيْهِ أُمَّتِي نِعْمَةً لَمْ يَنْعَمُوا مِثْلَهَا قَطُّ تُؤْتَى أُكُلَهَا وَلاَ تَدَّخِرُ مِنْهُمْ شَيْئًا وَالْمَالُ يَوْمَئِذٍ كُدُوْسٌ فَيَقُوْمُ الرَّجُلُ فَيَقُوْلُ: يَا مَهْدِيُّ أَعْطِنِي. فَيَقُولُ: خُذْ

“Akan datang pada umatku Al-Mahdi bila masanya pendek maka tujuh tahun, kalau tidak maka 9 tahun. Maka umatku pada masa itu diberi kenikmatan dengan kenikmatan yang tidak pernah mereka rasakan yang semacam itu sama sekali. Mereka diberi rizki yang luas. Mereka tidak menyimpan sesuatu pun. Harta saat itu berlimpah sehingga seseorang bangkit dan mengatakan: ‘Wahai Mahdi, berilah aku.’ Diapun menjawab: ‘Ambillah’.” (Hasan, HR. Ibnu Majah no. 4083, Kitabul Fitan Bab Khurujul Mahdi, 4/412, dan Al-Hakim no. 8739. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu menghasankannya)

Dalam riwayat At-Tirmidzi disebutkan:

فَيَجِيْءُ إِلَيْهِ رَجُلٌ فَيَقُوْلُ: يَا مَهْدِيُّ، أَعْطِنِي، أَعْطِنِي. قَالَ: فَيَحْثِي لَهُ فِي ثَوْبِهِ مَا اسْتَطَاعَ أَنْ يَحْمِلَهُ

“Sehingga datang kepadanya seseorang seraya mengatakan: ‘Wahai Mahdi, berilah aku, berilah aku.’ Nabi mengatakan: “Maka Mahdi menuangkan untuknya di pakaiannya sampai ia tidak dapat membawanya.”

Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Di masanya, buah-buahan banyak. Tanam-tanaman lebat, harta benda melimpah. Penguasa benar-benar berkuasa, agama menjadi tegak, musuh menjadi hina, kebaikan terwujud di masanya terus-menerus.” (An-Nihayah Fil-Malahim 1/18, Program Maktabah Syamilah)

Dalam riwayat Al-Hakim, disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَخْرُجُ فِيْ آخِرِ أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ يُسْقِيْهِ اللهُ الْغَيْثَ، وَتُخْرِجُ اْلأَرْضُ نَبَاتَهَا، وَيُعْطِي الْمَالَ صِحَاحًا، وَتَكْثُرُ الْمَاشِيَةُ وَتَعْظُمُ اْلأُمَّةُ، يَعِيْشُ سَبْعاً أَوْ ثَمَانِيًا – يَعْنِيْ حِجَجًا -

“Muncul di akhir umatku Al-Mahdi. Allah menyiramkan hujan, sehingga bumi mengeluarkan tanamannya. Ia membagi harta secara merata. Binatang ternak semakin banyak, umat pun menjadi besar. Ia hidup selama 7 atau 8 –yakni tahun–.” (HR. Al-Hakim, Kitabul Fitan wal Malahim no. 8737. Beliau mengatakannya sebagai hadits yang shahih sanadnya, dan disepakati oleh Adz-Dzahabi dan Ibnu Khaldun. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu mengatakan: “Sanadnya shahih.” Lihat Ash-Shahihah, 4/40, hadits no. 1529)

Waktu Munculnya

Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan At-Tirmidzi disebutkan: “Ketahuilah, yang sudah dikenal di kalangan seluruh pemeluk Islam sepanjang masa bahwa di akhir zaman pasti muncul seorang dari ahlul bait (keluarga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang membela agama dan menebarkan keadilan, serta diikuti oleh muslimin. Ia juga menguasai kerajaan-kerajaan Islam. Ia dijuluki Al-Mahdi. Juga tentang keluarnya Dajjal serta tanda-tanda kiamat sesudahnya yang terdapat dalam kitab Shahih, muncul setelahnya. Dan bahwa kemunculan ‘Isa juga setelahnya, kemudian beliau membunuh Dajjal. Atau ‘Isa turun setelahnya lalu membantunya untuk membunuh Dajjal kemudian bermakmum kepada Mahdi dalam shalatnya.” (Kitabul Fitan Bab Ma Ja`a fil Mahdi)

At-Tirmidzi rahimahullahu meriwayatkan dari Zir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي

“Dunia tidak akan lenyap hingga seorang dari keluargaku menguasai bangsa Arab. Namanya sesuai dengan namaku.” (HR. At-Tirmidzi no. 2230, Kitabul Fitan Bab Ma Ja`a fil Mahdi, 4/438 dan beliau mengatakan: “Hasan shahih.” Demikian pula yang dikatakan Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)

Dari sini, berarti munculnya Al-Imam Al-Mahdi adalah di akhir zaman sekaligus mengawali tanda-tanda besar akan datangnya kiamat. Namun sebagian ulama sempat ragu, apakah Mahdi ini sebagai awal tanda yang besar atau tanda yang lain. Sebagian ulama menyatakan dengan yakin bahwa Mahdi sebagai tanda pertama, lalu berturut-turut datang tanda yang lain. Di antara yang menyebutkan dengan tegas yang demikian adalah Muhammad Al-Barzanji rahimahullahu (wafat 1103 H). Beliau mengatakan dalam bukunya Al-’Isya`ah li Asyrath As-Sa’ah: “Bab Ketiga, tanda-tanda besar dan tanda-tanda yang dekat, yang setelahnya tibalah hari kiamat, dan itu juga banyak. Di antaranya Al-Mahdi, dan itu yang pertama.” (dinukil dari ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Atsar fil Mahdi Al-Muntazhar)

Adapun Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Munculnya, nanti di akhir zaman. Dan saya kira, keluarnya adalah sebelum turunnya ‘Isa bin Maryam, sebagaimana ditunjukkan oleh hadits-hadits yang berkaitan dengan hal itu.”

Masa Kekuasaannya

Terdapat dalam Sunan At-Tirmidzi:

إِنَّ فِي أُمَّتِي الْمَهْدِيَّ يَخْرُجُ يَعِيْشُ خَمْسًا أَوْ سَبْعًا أَوْ تِسْعًا -زَيْدٌ الشَّاكُّ- قَالَ: قُلْنَا: وَمَا ذَاكَ؟ قَال: سِنِيْنَ.

“Sesungguhnya pada umatku ada Al-Mahdi. Ia muncul, hidup (berkuasa) 5 atau 7 atau 9.” –Zaid (salah seorang rawi/periwayat) ragu–. Abu Sa’id mengatakan: “Apa itu?” Beliau menjawab: “Tahun.”

يَكُوْنُ فِي أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ إِنْ قُصِرَ فَسَبْعٌ وَإِلاَّ فَتِسْعٌ

“Akan datang pada umatku Al-Mahdi, bila masanya pendek maka 7 tahun, kalau tidak maka 9 tahun.” (HR. Ibnu Majah no. 4083)

Dengan perbedaan riwayat ini, maka Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Ini menunjukkan bahwa paling lama masa tinggal (kekuasaan)-nya adalah 9 tahun, dan sedikitnya 5 atau 7 tahun.” (An-Nihayah Fil Malahim wal Fitan, 1/18, Program Maktabah Syamilah)

Sementara Al-Mubarakfuri mengatakan: “Yakni, keraguan itu berasal dari Zaid. Sementara dari shahabat Abu Sa’id dalam riwayat Abu Dawud: ‘dan menguasai selama 7 tahun’ tanpa keraguan. Demikian pula dalam hadits Ummu Salamah dalam riwayat Abu Dawud dengan lafadz ‘maka dia tinggal selama 7 tahun’ tanpa keraguan. Maka riwayat yang tegas lebih dikedepankan daripada yang ragu.” (Tuhfatul Ahwadzi, 6/15, Program Maktabah Syamilah)

Asal Munculnya

Riwayat-riwayat di atas menunjukkan bahwa munculnya dari arah timur atau Al-Masyriq. Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan:

“Munculnya Mahdi dari negeri-negeri timur bukan dari gua Samarra, seperti disangka oleh orang-orang bodoh dari kalangan Syi’ah.” (An-Nihayah Fil Malafim wal Fitan, 1/17, Program Maktabah Syamilah)

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan:

بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ أَقْبَلَ فِتْيَةٌ مِنْ بَنِي هَاشِمٍ فَلَمَّا رَآهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْرَوْرَقَتْ عَيْنَاهُ وَتَغَيَّرَ لَوْنُهُ. قَالَ: فَقُلْتُ: مَا نَزَالُ نَرَى فِي وَجْهِكَ شَيْئًا نَكْرَهُهُ. فَقَالَ: إِنَّا أَهْلُ بَيْتٍ اخْتَارَ اللهُ لَنَا اْلآخِرَةَ عَلَى الدُّنْيَا، وَإِنَّ أَهْلَ بَيْتِي سَيَلْقَوْنَ بَعْدِي بَلاَءً وَتَشْرِيْدًا وَتَطْرِيْدًا حَتَّى يَأْتِيَ قَوْمٌ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَعَهُمْ رَايَاتٌ سُوْدٌ فَيَسْأَلُوْنَ الْخَيْرَ فَلاَ يُعْطَوْنَهُ فَيُقَاتِلُوْنَ فَيُنْصَرُوْنَ فَيُعْطَوْنَ مَا سَأَلُوا فَلاَ يَقْبَلُوْنَهُ حَتَّى يَدْفَعُوْهَا إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا كَمَا مَلَئُوْهَا جَوْرًا، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلْيَأْتِهِمْ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ

“Tatkala kami berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang sekelompok pemuda dari Bani Hasyim. Ketika Nabi melihat mereka, kedua mata beliau berlinang air mata dan berubahlah roman mukanya. Maka aku katakan: ‘Kami masih tetap melihat pada wajahmu sesuatu yang tidak kami sukai.’ Lalu beliau menjawab: ‘Kami ahlul bait. Allah telah pilihkan akhirat untuk kami daripada dunia. Dan sesungguhnya sepeninggalku, keluargaku akan menemui bencana-bencana dan pengusiran. Hingga datang sebuah kaum dari arah timur, bersama mereka ada bendera berwarna hitam1. Mereka meminta kebaikan namun mereka tidak diberi, lalu mereka memerangi dan mendapat pertolongan sehingga mereka diberi apa yang mereka minta, tetapi mereka tidak menerimanya. Hingga mereka menyerahkan kepemimpinan kepada seseorang dari keluargaku. Lalu ia memenuhi bumi ini dengan keadilan sebagaimana orang-orang memenuhinya dengan kezhaliman. Barangsiapa di antara kalian mendapatinya maka datangilah mereka, walaupun dengan merangkak di atas es’.” (HR. Ibnu Majah no. 4082, sanadnya hasan lighairihi menurut Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Adh-Dha’ifah, 1/197, pada pembahasan hadits no. 85)

As-Sindi mengatakan: “Yang nampak, kisah itu merupakan isyarat keadaan Al-Mahdi yang dijanjikan. Oleh karena itu, penulis (Ibnu Majah) menyebutkan hadits ini dalam bab ini (bab keluarnya Al-Mahdi).”

Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Dan orang-orang dari timur mendukung (Al-Mahdi), menolongnya dan menegakkan agamanya, serta mengokohkannya. Bendera mereka berwarna hitam, dan itu merupakan pakaian yang memiliki kewibawaan, karena bendera Rasulullah berwarna hitam yang dinamai Al-Iqab.” (An-Nihayah fil Malahim, 1/17, Program Maktabah Syamilah)

Beliau juga mengatakan: “Maksudnya, Al-Mahdi yang terpuji yang dijanjikan keluarnya di akhir zaman asal munculnya adalah dari arah timur, dan diba’iat di Ka’bah seperti yang disebutkan oleh nash hadits.” (idem, 1/17)

Tentang tempat bai’atnya telah diisyaratkan oleh hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seseorang dibai’at di antara rukun (Hajar Aswad) dan Maqam (Ibrahim).” (HR. Ibnu Hibban no. 6827, Ahmad, dan Al-Hakim; dan beliau menshahihkannya)

Proses Munculnya Al-Imam Al-Mahdi

Munculnya Al-Imam Al-Mahdi bukan bak sulap batil, yang seolah muncul tanpa sebab dan tiba-tiba. Namun munculnya tentu mengikuti sunnatullah pada alam ini, yakni melalui proses yang menuju ke arah sana.

Menjelaskan hal itu, Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu mengatakan: “…Nabi memberikan kabar gembira tentang akan datangnya seseorang dari keluarganya dan beliau menyebutkannya dengan sifat-sifat yang menonjol. Di antara yang sifat terpenting adalah bahwa beliau berhukum dengan Islam dan menebarkan keadilan di antara manusia.

Jadi, pada hakikatnya beliau termasuk para mujaddid yang Allah Subhanahu wa Ta’ala munculkan di penghujung tiap 100 tahun, sebagaimana telah shahih berita (tentang hal ini) dari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini (keberadaan mujaddid di tiap satu abad) juga bukan berarti tidak perlu berupaya mencari ilmu dan mengamalkannya untuk memperbarui agama. Sehingga, akan keluarnya Al-Mahdi tidaklah berarti bermalas-malasan karenanya, serta tidak bersiap atau beramal untuk menegakkan hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala di muka bumi. Bahkan sebaliknya (beramal) itulah yang benar, karena Al-Mahdi tidak mungkin upayanya lebih dari Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang selama 23 tahun berbuat untuk mengokohkan pilar-pilar Islam dan menegakkan negaranya.

Maka kira-kira apa yang akan dilakukan Al-Mahdi seandainya ia muncul dan mendapati kaum muslimin dalam kondisi terpecah, berkelompok-kelompok dan ulama mereka (muncul) –kecuali sedikit dari mereka– (karena) orang-orang telah menjadikan mereka sebagai para pemimpin. Tentu (Al-Mahdi) tidak akan dapat menegakkan negara Islam kecuali setelah mempersatukan kalimat mereka dan menyatukan mereka dalam satu barisan serta dalam satu bendera.

Dan ini –tanpa diragukan– membutuhkan waktu yang panjang, Allah Maha Tahu tentangnya. Syariat serta akal, keduanya mengharuskan agar orang-orang yang ikhlas dari kalangan muslimin menjalankan kewajiban ini. Sehingga manakala Al-Mahdi keluar, tiada kebutuhan kecuali tinggal menggiring mereka kepada kemenangan. Kalaupun belum keluar, maka mereka pun telah melakukan kewajiban mereka dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهُ وَالْمُؤْمِنُوْنَ

“Dan katakanlah: ‘Beramallah kalian, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat amalan kalian itu’.” (At-Taubah: 105) [Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, 4/42-43]

Wallahu a’lam.

1 Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Bendera itu bukanlah yang dibawa Abu Muslim dari Khurasan yang kemudian menghancurkan dinasti Bani Umayyah pada tahun 132 H. Namun bendera hitam lain, yang datang mengiringi Al-Mahdi.” (An-Nihayah, 1/17)

Bukan pula pasukan Thaliban yang di Afghanistan, sebagaimana yang disebut dalam poster berjudul Huru-Hara Akhir Zaman karya Amin Muhammad Jamaludin yang laris itu. Selebaran itu sendiri sarat dengan berbagai ramalan dan takwil (baca: penyelewengan makna) hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang tanda-tanda hari kiamat. Hendaknya kaum muslimin tidak lekas terkesima dengan takwil semacam itu. Sebagaimana pula hal ini tidak berarti mengingkari hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang peristiwa akhir zaman.

Dikutip dari www.asysyariah.com Penulis : Al-Ustadz Qomar ZA, Lc. Judul: Mengenal Al-Imam Al-Mahdi...



Salam mujahadah buat semua...(^_^)

Friday, 29 April 2011

Pembuka Yang Masyhur....

Assalamualaikum....

Alhamdulillah dpt jga bkngsi sdkit kli ini....Kli ni nk kngsi sdkit apa yg ada sy tbca hri tu.... Mudh2n dri kish ni dpt kta sdkit smgt bru dlm mnmpuh khdupn ni...InsyaALLAH....
(Maaf, pkngsian ni sy copy paste dri suatu smber...Enjoy it.)
SULTAN MUHAMMAD AL FATEH..



SULTAN MUHAMMAD AL-FATEH
oleh Abu Zulfiqar Amsyari

PENGENALAN

Sultan Muhammad II yang lebih dikenali sebagai Sultan Muhammad al-Fateh (Pembuka Konstantinople) ialah salah seorang tokoh pejuang Islam dalam kalangan pemerintah selain beberapa orang lagi dalam kelompok yang sama seperti Sultan Salahuddin al-Ayyubi (Penyelamat Jerusalem) dan Sultan Saifuddin Muzaffar al-Qutuz (Penghancur Monggol). Dia menerajui umat Islam melalui Empayar Uthmaniyyah yang berpusat di Turkistan (Turki). Gelaran “Al-Fath” itu bersempena kejayaannya ‘membuka’ Konstantinople.

Imam Ahmad meriwayatkan bahawa Nabi Muhammad saw pernah berkata: “Konstantinople akan ditakluki oleh tentera Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja, dan tenteranya adalah sebaik-baik tentera.”

Hadis ini telah membakar semangat sekian banyak tokoh dan tentera Islam untuk menakluki dan ‘membuka’ Konstantinople yang terkenal dengan keutuhan tembok berlapisnya. Dari semasa ke semasa ada saja perwira yang mahu diri mereka memenuhi maksud hadis Nabi itu. Sejak zaman para sahabat sehingga 800 tahun kemudiannya, pelbagai kempen ketenteraan dilakukan namun kesemuanya gagal menembusi tembok Konstantinople. Konstantinople yang berada dalam Empayar Byzantine ini sangat penting kerana ia merupakan laluan utama untuk ‘membuka’ Eropah keseluruhannya. Runtuh sahaja pintu Eropah, bermaksud mudahlah untuk sesiapa sahaja menerobos ke luar sana.

Tuhan menzahirkan kebenaran kata-kata Nabi Muhammad saw itu melalui Sultan Muhammad al-Fateh. Namun kita kena memahami satu perkara, iaitu Konstantinople dibuka sekurang-kurangnya dua kali. Sultan Muhammad al-Fateh ialah pembuka yang pertama manakala pembuka utamanya akan datang tidak lama lagi. Bahagian ini akan dibincangkan dengan lebih lanjut di bawah nanti.

Seorang sahabat Nabi bernama Abu Ayyub al-Ansari menemui kesyahidannya berhampiran tembok kota Konstantinople. Dia melancarkan serangan pada zaman Kekhalifahan Bani Umayyah. Dikatakan antara hujah Abu Ayyub ke sana ialah kerana dia pernah mendengar Rasulullah saw memberitahu bahawa akan ada seorang lelaki yang akan dikuburkan di sana. Dia berharap agar dialah orangnya. Selain itu, jika dia gagal membuka Konstantinople, dia berharap dapat mendengar derap kuda “sebaik-baik raja dan tentera” itu.

ZAMAN KECIL

Sultan Muhammad al-Fateh dilahirkan pada 30 Mac 1432 di sempadan Turki-Bulgaria. Bapanya Sultan Murad II (1401-1451) seorang yang soleh, handal dalam perang jihad dan mempunyai wawasan yang hebat. Dia memberikan didikan yang sempurna kepada anaknya sehingga Muhammad jadi seorang yang berketrampilan sejak kecil lagi.

Muhammad belajar dan menguasai pelbagai cabang ilmu seperti agama, politik, seni tempur dan beladiri, ilmu peperangan, tasauf, psikologi dan lain-lain. Dia berkebolehan dalam 7 bahasa iaitu bahasa Arab, Turki, Greek, Hebrew, Parsi, Latin dan Serbia. Hal ini menggambarkan kecerdasannya yang luar biasa.

Kekhalifahan Uthmaniyyah yang bermazhab Ahli Sunnah wal Jamaah aliran Asha’irah dan bermazhab Hanbali itu sangat mementingkan ilmu tasauf kesufian. Pihak istana mengamalkan Tariqat Naqshabadiyyah. Para khalifah mempunyai bilik suluk khas mereka. Peribadi yang banyak membentuk rohani Sultan Murad dan anaknya ini ialah seorang mursyid besar Tariqat Naqshabandiyyah iaitu Syeikh Shamsuddin al-Wali, seorang berketurunan Sayyidina Abu Bakar. Dia bertindak sebagai penasihat kepada Kerajaan Turki Uthmaniyyah ketika itu.

Ketika Muhammad masih dalam buaian, Syeikh Shamsuddin pernah berkata kepada Sultan Murad, bahawa bukan baginda yang akan menguasai Konstantinople tetapi anaknya yang ketika itu sedang berada dalam buaian itu.

ZAMAN REMAJA

Muhammad al-Fateh mula memangku jawatan sebagai pemerintah daulah Islam pada tahun 1444 ketika baru berusia 12 tahun. Ketika itu bapanya iaitu Sultan Murad ada urusan di luar kerajaan. Tugas ini dijalankannya dengan baik selama hampir 3 tahun. Pada tahun 1451, ketika usianya 19 tahun, barulah dia secara rasminya menjawat jawatan khalifah. Sultan Muhammad ialah khalifah Uthmaniyyah yang ke-7.

ZAMAN DEWASA

Sultan Muhammad al-Fateh memimpin sendiri 25 kali kempen ketenteraan sepanjang hidupnya. Walaupun dia ketua seluruh umat Islam pada zaman itu, namun dia seorang yang berjiwa rakyat. Dikatakan ketika tentera Islam membina Benteng Rumeli Hisari, Sultan Muhammad membuka serban dan bajunya lalu turut sama menjadi buruh binaan.

Sultan Muhammad sangat gemar mengenakan serban, begitu juga dengan tentera dan rakyat Turkistan ketika itu. Selain daripada mempraktikkan sunnah, serban besar mereka itu tidak lain ialah kain kafan mereka sendiri. Hal ini menunjukkan kecintaan mereka kepada syahid pada bila-bila masa dan tentunya kecintaan kepada sunnah. Sebab itu kesemua tentera Islam pada zaman itu mengenakan serban.

Walaupun Sultan Muhammad sudah dilantik sebagai khalifah, tetapi dia masih memerlukan tunjuk ajar bapanya, yang juga mahagurunya. Oleh itu, sungguhpun Sultan Murad sudah bersara dan mahu memberi tumpuan pada amal ibadah, Sultan Muhammad tetap mahu bapanya ke medan juang. Setelah Sultan Murad uzur, barulah dia dibiarkan berehat. Kata-kata Sultan Muhammad al-Fateh kepada bapanya setelah dia menjawat jawatan khalifah:

“Kalau ayahanda fikir ayahanda masih seorang khalifah, menjadi kewajipan ayahanda untuk turun ke medan perang. Tapi jika ayahanda memandang saya yang khalifah, maka saya perintahkan ayahanda untuk turun berjuang.”

Begitulah lebih kurang. Dengan kata-kata ini, Sultan Murad tidak dapat berhelah lagi. Memang benar, perjuangan tidak ada hari berhentinya.

MEMBUKA KONSTANTINOPLE

Sebelum melakukan kempen ketenteraan ke atas Konstantinople, Sultan Muhammad membuat persediaan rapi. Dia belajar daripada sejarah yang menyaksikan sekian banyak kegagalan tentera Islam terdahulu dalam menyerang kota tersebut. Dengan tembok kota berlapis empat, setinggi 25 kaki dan berparit air di hadapannya, kota ini sungguh kebal. Untuk itu perancangan dan persediaan yang luar biasa mesti dilakukan.

Antara langkah awal yang diambil oleh Sultan Muhammad al-Fateh ialah mengerahkan pembinaan meriam paling besar dan berkuasa pada zaman itu. Meriam ini mampu menembak sejauh satu batu dengan peluru antara 300-1600 kilogram setiap biji. Tentera musuh memang gentar akan teknologi ketenteraan umat Islam ini. Meriam ini hanya boleh melepaskan 15 tembakan setiap hari. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya untuk umat Islam menguasai teknologi.

Tentera Islam tiba di Konstantinople dengan jumlah lebih kurang 150,000 orang. Apabila mereka solat berjemaah beramai-ramai, gementar hati tentera musuh melihat betapa ramai, berdisiplin, harmoni, bersungguh-sungguh dan bersatu hatinya tentera Islam. Dari segi psikologi, moral tentera musuh sudah menjunam jatuh.

Selain tembok kebal, penghalang besar antara tentera Islam dengan Kota Konstantinople ialah Selat Bosphorus. Kapal-kapal tentera Islam tidak dapat membuat serangan kerana tentera Kristian sudah memasang rantai besi yang merentangi selat. Strategi ini berjaya menghalang kemaraan tentera Islam untuk tempoh yang agak lama juga.

Sultan Muhammad yang berusia 21 tahun dan tenteranya tiba di Konstantinople pada 19 April 1453. Mereka menghujani kota itu dengan tembakan meriam selama 48 hari, namun Konstantinople masih utuh berdiri. Pihak musuh diperteguhkan pula dengan bantuan daripada Pope berupa 5 buah armada perang. Oleh itu, mereka yakin tentera Islam akan kehabisan ikhtiar, kelesuan dan akhirnya akan pulang dengan tangan kosong.

Satu keajaiban berlaku. Pada suatu malam, Sultan Muhammad mengerahkan tenteranya menggerakkan kapal melalui jalan darat. Mereka menarik kapal-kapal itu lalu melabuhkannya di dalam selat. Hal ini memang satu idea yang sungguh luar biasa.

Esoknya, tentera Kristian terkejut besar melihat sebanyak 72 kapal perang tentera Islam sudah berada di dalam selat dan bersedia melancarkan serangan. Mereka berasa hairan kerana rantai perentang masih tidak terjejas, jadi bagaimana kapal-kapal tentera Islam boleh melompat masuk? Ketika inilah peperangan hebat berlaku.

Sudah berlalu 53 hari namun Konstantinople tetap gagah. Sultan Muhammad tidak boleh membiarkan keadaan ini berterusan. Dengan tekad muktamad dia memberikan ucapan : “Saya hendak mati! Sesiapa yang mahu mati, mari ikut saya!”

Ucapan ini benar-benar membakar semangat tentera Islam. Seorang pahlawan bernama Hasan Ulubate dan 30 orang perajurit menyerbu masuk ke kubu musuh. Mereka berjaya memacakkan bendera daulah Islam di dalam kubu. Bendera yang berkibar itu membuatkan tentera Islam ‘naik syeikh’. Mereka bertarung sambil mengharapkan syahid. Dengan izin Allah, akhirnya Konstantinople tunduk melutut ke bawah tentera Islam. Hasan Ulubate dan 30 orang perajuritnya berjaya mendapatkan syahid. Allahu Akbar!

Konstantinople ialah kubu utama Kerajaan Byzantine. Kerajaan Byzantine lemah lalu akhirnya hancur selepas kota ini jatuh ke tangan Sultan Muhammad al-Fateh. Sultan Muhammad menukar nama Konstantinople kepada Islambol, yang membawa maksud “Islam Keseluruhannya”. Nama Islambol diubah pula kepada “Istanbul” oleh seorang musuh Allah bernama Mustafa Kamal Attarturk, Bapa Pemodenan Turki. Gereja St Sophies ditukar oleh Sultan Muhammad menjadi masjid, iaitu Masjid Aya Sophia. Sekarang dijatuhkan maruahnya sebagai sekadar sebuah muzium.

Selepas itu Sultan Muhammad menyebarluaskan lagi agama tauhid ke Hungary, Bosnia, Serbia, Albani dan sekitarnya.

JUMAAT BERSEJARAH

Selepas berjaya menakluki Konstantinople, sampailah ketikanya untuk tentera Islam mengerjakan solat Jumaat yang pertama kalinya di sana. Timbul satu masalah, siapakah yang akan bertugas sebagai imam? Sultan Muhammad al-Fateh bertitah kepada tenteranya:

“Siapakah antara kamu yang pernah meninggal solat fardhu setelah baligh, sila duduk.”

Tidak ada seorang pun dalam ribuan perajurit itu yang duduk. Maksudnya mereka tidak pernah meninggalkan kewajipan solat fadhu. Beginilah salah satu ciri sebaik-baik tentera.

“Siapakah antara kamu yang pernah meninggalkan solat rawatib setelah baligh, sila duduk.”

Sebahagian daripada tenteranya duduk.

“Siapakah antara kamu yang pernah meninggalkan solat tajahud setelah baligh, sila duduk.”

Semua tenteranya duduk, kecuali Sultan Muhammad sendiri. Hal ini menunjukkan pemerintah besar ini tidak pernah meninggalkan solat fardhu, solat rawatib dan solat tahajjud sejak dia cukup umur. Alangkah hebatnya peribadi seorang pemimpin sebegini! Ada lagikah pemimpin umat Islam yang sebegini?

AKHIR HAYAT

Sultan Muhammad al-Fateh meninggal dunia pada 3 Mei 1481 di Hurkascayiri, Gebe. Ada pendapat mengatakan dia meninggal kerana menderita penyakit ghout. Ada pula yang mengatakan dia diracun.

Siapa yang meracunnya? Seorang Yahudi bernama Maesto Jakopa. Ada orang mengaitkan putera Sultan Muhammad sendiri dalam hal ini. Allahu a’lam.

KISAH POTRET SULTAN MUHAMMAD AL-FATEH

Potret ini memang masyhur. Siapakah pelukisnya?

Pelukisnya ialah seorang Itali bernama Genti le Bellini. Dia dihantar oleh Senat Venice ke Istanbul pada tahun 1479 untuk bertemu dengan Sultan Muhammad al-Fateh atas urusan hubungan diplomatik. Dialah yang melukis potret baginda.

PEMBUKA KONSTANTINOPLE SETERUSNYA

Hadis Nabi bercerita tentang kedatangan Yakjuj Makjuj. Kedatangan tentera Khazar, Monggol dan Rusia juga ternyata gerombolan Yakjuj Makjuj. Namun Yakjuj Makjuj yang utama akan muncul selepas kedatangan Imam Mahdi dan Nabi Isa al-Masih nanti.

Begitu juga dalam kes Pembuka Konstantinople. Sultan Muhammad al-Fateh dan tenteranya memang benar sebaik-baik raja dan tentera pada zaman mereka yang berjaya membuka Konstantinople, namun Pembuka Konstantinople yang utama akan tiba tidak lama lagi. Mereka juga sebaik-baik raja dan tentera, untuk penghujung akhir zaman ini.

Kita lihat apa yang dinukilkan oleh Syeikh Ibnu Hajar al-Haitamy dalam kitabnya Al-Qaul al-Mukhtasor fi ‘Allamah al-Mahdiy al-Muntazor:

“Al-Mahdi akan memerangi Rom selama 3 hari. Pada hari ketiga itulah Rom runtuh. Kemudian menyerang Konstantinople. Ketika mereka membahagi-bahagikan emas di Konstantinople dengan memakai takaran perisi, tiba-tiba ada orang yang berteriak: “Sesungguhnya Dajjal telah menundukkan keluarga-keluarga kamu semua.”

“Al-Mahdi akan menundukkan Konstantinople dan Jabal ad-Dailam.” (Abu Nuaim)

Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya mereka menundukkan Konstantinople dan Rom dengan membunuh 40,000 jiwa……. Ketika mereka membahagi-bahagikan harta rampasan perang, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan berita kedatangan Dajjal…”

Sabda Nabi:

“Peperangan yang terbesar ialah tertakluknya Konstantinople. Dan keluarnya Dajjal ialah selama 7 bulan.”

Hadis riwayat al-Hakim:

“Sesungguhnya pasukan yang menundukkan Konstantinople ialah pasukan Hijaz……. Kemudian mereka dikejutkan dengan orang meneriakkan tentang kedatangan Dajjal.”

“Tertakluknya Konstantinople ialah keluarnya Dajjal.”

“Ketika menundukkan Konstantinople, Al-Mahdi menancapkan benderanya untuk mengambil wudhuk dan mengerjakan solat Subuh.”

Cuba perhatikan, penaklukan Konstantinople dikaitkan dengan al-Mahdi dan pra-kezahiran Dajjal. Maksudnya pembukaan utama Konstantinople belum berlaku. Ia akan dibuka oleh sebaik-baik raja dan tentera iaitu Imam Mahdi dan pasukannya.

Anda mahu jadi salah seorang ahli pasukannya yang sebaik-baik tentera itu? Bandingkan amalan anda dengan amalan para perajurit Pembuka Konstantinople yang pertama iaitu tentera Sultan Muhammad al-Fateh. Tentunya kualiti tentera yang membuka akan membuka Konstantinople kali ini adalah lebih hebat daripada yang pertama. Layakkah anda?

Satu hal yang menarik, orang yang mengatakan Konstantinople akan jatuh ke tangan tentera Islam ialah Nabi Muhammad saw, Pembuka Konstantinople yang pertama ialah Sultan Muhammad manakala Pembuka Konstantinople yang utama ialah Muhammad bin Abdullah iaitu al-Mahdi. Ketiga-tiganya Muhammad.

“Tidaklah kami pernah melihat ataupun mendengar hal ajaib seperti ini. Muhammad al-Fateh sudah menukar darat menjadi lautan, melayarkan kapalnya di puncak gunung dan bukannya di ombak lautan. Sesungguhnya Muhammad al-Fateh dengan usahanya ini telah mengatasi Alexander The Great!”- Ahli Sejarah Byzantine
Sultan Muhamad al-Fateh dilahirkan pada 27 Rajab 835 Hijrah bersamaan 29 Mac 1432 M dan meninggal dunia pada 3 Mei 1481.
Ketika berumur 19 tahun beliau menaiki takhta menggantikan ayahnya Sultan Murad.  Baginda menjadikan Adrianopel (Adana) pusat pemerintahan dan ibu kotanya bagi memudahkan cita-citanya menawan Konstantinopel.  Dan ketika berusia 21 tahun Sultan Muhamad al Fateh berjaya menakluk Konstantinopel pada 29 Mei 1453 bersamaan 20 jamadil awal 857 hijrah.



Kota Konstantinopel yang kini dinamakan Istanbul (Islam keseluruhannya), terletak di sempadan antara benua Eropah dengan Asia. Ia dihubungkan oleh Selat Bosphorus. Sebelum itu Kota Konstantinopel pernah cuba ditakluk oleh bangsa Gothik, Parsi, Bulgaria dan Rusia tetapi tidak berjaya. Umat Islam berusaha menawan kota tersebut kerana percaya dengan hadis Rasulullah SAW yang mengatakan Konstantinopel akan ditawan oleh orang Islam.


Setelah lebih 800 tahun hadis itu diucapkan oleh Rasulullah SAW barulah menjadi kenyataan. Seorang sahabat Rasulullah SAW bernama Abu Ayyub Al-Anshari RA gugur syahid lalu dikebumikan di sisi benteng Konstantinopel.


Sultan Muhammad al-Fateh sejak dalam buaian lagi sudah diisyaratkan bakal mencipta sejarah oleh seorang alim, Syeikh Syamsuddin Al Wali. Beliau pernah berkata kepada Sultan Murad (ayah kepada Muhammad al-Fateh):


“Wahai Sultan Murad, bukan tuanku yang akan membebaskan kota konstantinopel, tetapi anak yang dalam buaian itu,” sambil menunjuk Muhammad al-Fateh yang masih di dalam buaian.


Sejak itu Muhammad al-Fateh dilatih hidup sederhana, dididik dengan ilmu agama dan ilmu peperangan. Beliau membesar sebagai pemuda yang tampan. Bentuk badannya tegap, kuat dan tinggi. Pipinya putih kemerah-merahan dan hidungnya mancung.


Beliau mula menaiki takhta ketika umurnya 19 tahun. Di kala itu baginda sudah begitu arif dengan tipu helah musuh. Pernah Maharaja Konstantinopel mengirim guru-guru terbaik untuk mendidiknya tentang adab dan adat istiadat kehidupan raja-raja, tetapi beliau menolaknya lalu menyuruh guru-guru tersebut pulang.


Kemudian baginda membina benteng yang dinamakan Rumeli Hisarri yang bermaksud benteng orang-orang Rom. Baginda sendiri membuka baju dan serbannya, mengangkat batu dan pasir hingga ulama-ulama dan menteri-menteri terpaksa ikut serta.

Sultan Muhamad al-Fateh menukar nama Kota Konstantinopel kepada Istanbul lalu menjadikan ibu kotanya. Kemudian beliau menakluk Serbia pada tahun 1460 dan Bosnia pada tahun 1462. Seterusnya Sultan Muhamad al Fateh menakluk Italia, Hungari, dan Jerman. Ketika berada dikemuncak kegemilangannya, Sultan Muhamad al Fateh memerintah 25 buah negeri.  Kemudian dia membuat persiapan menakluk Rhodesia tetapi meninggal dunia kerana diracun oleh seorang Yahudi bernama Maesto Jakopa
Sultan Muhammad Al Fateh yang dilahirkan pada 29 Mac 1432 itu telah meninggal dunia pada 3 Mei 1481 ketika berusia 49 tahun....


Wallahualam....Mudah2n kita sentiasa dalam rahmatNYA.....


Salam Mujahadah buat semua...(^_^)

Tuesday, 19 April 2011

Resepi Cemerlang Peperiksaan

°°°السلام عليكم ورحمة اللة °°°

Alhamdulillah dikesempatan ini saya diizinkan utk mengotakan janji di perkongsian yang lalu dan kepada junior2/adik2 yg minta agr berkngsi kpd mrka.
Pada kali ini saya selitkan sedikit oleh-oleh berguna buat semua pembaca.
Seorang senior ada mengingatkan saya bahawa berkongsi sesuatu resepi atau petua itu satu sedekah...
Dan dalam masa yang sama kita boleh menuntut ilmu/ bertambah ilmu.(^_^)


oleh itu, ingin saya kongsikan tentang,

بسم الله الرحمن الرحىم
RESEPI CEMERLANG PEPERIKSAAN

1)Niat

Niat memainkan peranan yang penting dalam semua pekara, begitu juga belajar dan mencari kejayaan. Rasulullah SAW ada menekankan kepentingan niat yang brtul dalam hadith Baginda. Salah satu syarat penerimaan amalan juga adalah niat, disamping cara yang betul di sisi syara' (agama).
-Betulkan niat semata-mata kerana ALLAH SWT. Dalam masa yang sama juga kita perlu sentiasa memperbaiki niat kerana mungkin kekadang niat kita pandai berubah (manusia xda yang sempurna, & dari ketidaksempurnaan itu DIA wujudkan dalam diri kelebihan yang tidak kita ketahui).
-Kita cuba betulkan niat pada awal,tengah dan akhir.  Kerana mungkin pada awalnya kita berjaya meneguhkan niat yang ikhlas kerana ALLAH SWT , dikhuatiri tengah atau hujungnya diuji dengan duniawi. Dan begitu juga sebaliknya. Na'udzubillah.
-Dan kita juga inginkan bukan sahaja dunia malahan akhirat juga. Tidaklah kita ingin jika memeperolehi analoginya jika peperiksaan kita mendapat 100% tetapi hanya 50/40/20% di akhirat kelak. Dan amat menyedihkan sekiranya 0% di akhirat kelak. ALLAH Huakhbar,mudah-mudahan dijauhi. Nau'zubillah mizalik.
- Tidak disangkal mungkin kekadang kita berasa letih , putus asa, bosan atau lain2 lagi apabila menuntut ilmu. Dalam hal ini kita perlu 'check' semula niat kita, mungkin ada yang perlu diperbetulkan .
(Ingin saya kongsikan pengalaman saya sendiri. Dalam beberapa bulan sebelum peperiksaan awam akan saya duduki, saya berasa amat 'tension'& 'stress'. dan kekadang juga tiba rasa letih serta putus asa dalam usaha menuntut ilmu. saya cuba untuk memuhasabah diri semula, merenung jauh tentang diri. Baharu saya tersedar , niat dalam menuntut ilmu sedikit tersasar. Alhamdulillah DIA masih mengizinkan saya untuk memperbetulkan kesalahan. Saya perbetulkan semula niat menuntut ilmu, alhamdulillah selepas itu perasaan sedemikian tidak pernah hadir sehingga saya berjya menduduki peperiksaan. Moral daripada kisah saya, niat adalah penting dalam seemua perkara. sekiranya kekadang kita terasa amat berat untuk melaksanakan tanggungjawab / melakukan sesuatu perkara/   menjalankan kewajipan, cuba kita muhasabah diri, merenung semula niat, mungkin ada yang perlu diperbaiki.)
-Mudah2an mrncari keredhaan ALLAH SWT matlamat/tujuan utama kita dalam semua perkara dan dalam kehidupan seharian kita.
-Agar kita peroleh kejayaan bukan sahaja di dunia malahan juga di akhirat kelak.(^_^)... Wallahualam.



 






2) Cara Belajar

-Terlebih dahulu, ingin saya kongsikan sesuatu yang turut boleh diamalkan oleh pembaca semua.
Membaca Asmaul-Husna setiap pagi sebelum kelas bermula banyak memeberi manfaat kepada kita.
Begitu juga dengan membaca doa setiap kali sebelum belajar ,kerana ia juga adalah salah satu adab menuntut ilmu. Seperti doa Penerang Hati ( diselitkan juga Surah Al-Insyirah) dan doa Agar Tidak Lupa.(Jika mempunyai Buku  Senjata Penuntut Ilmu, SPI, boleh rujuk dalam buku tersebut.)
Molek juga dimulakan doa dengan Al-Fatiha,Ayat Kursi dan Ayat Seribu Dinar.



Alhamdulillah, guru sering berkongsi kepada kami setiap kali perhimpunan pagi sekolah tercinta, S.M.K (A) Tun Said,Kota Belud,agar kami mengamalkan SATU...Masih terngiang-ngiang rasanya suara guru mengingatkan kepada kami "SATU?,ramai2 kami mjwap 'Sedia Awal,Tumpuan,Ulang kaji'."(ALLAH, rindu pula pada sekolah,guru2 semua baik,byk membantu kami..SYUKRAN JAZILAN YA MU'ALIM WAL MU'ALIMAT...THANK YOU TEACHERS...TERIMA KASIH CIKGU ...)


SEDIA AWAL
-Belajar awal2 bab yang cikgu akan ajar. Jika tidak mampu,cuba belajar awal sub-topic yang bakal diajar. Belajar sehingga faham. Membuat sedikit peta minda/nota turut membantu kita agar mudah memahami apa yang kita pelajari.Selain itu boleh  juga buat sedikit latihan, lebih2 lagi subjek pengiraan. Bagi subjek pengiraan juga nota ringkas/peta minda amat membantu.Lebih2 lagi mudah dibaca sebelum peperiksaan/ujian.(Agar kita tidak sagut dan tension, maaf sedikit bahasa rojak saya gunakan =)..) Satu perkara lagi, apabila ada yang kita tidak faham,terus tanya cikgu. Jangan biarkan berlambak dahulu persoalan baru bertanya, nanti bertambah tension.=) Tanya sahaja, tidak perlu malu.(Malu bertanya sesat jalan)

- Sebelum kelas kita telah bersedia dan faham apa yang guru akan ajar pada masa itu. Ia akan lebih memudahkan kita.

-Namun perlu diingati, dalam masa yang sama jika ada bab atau bahagian yang sebelumnya yang kita belum fahami, jangan diabaikan dan perlu cepat difahami. Kerana kita tidak ingin " Yang dikejar tak dapat, yang digendong berciciran".(=

-Selain itu Sedia Awal juga adalah salah satu rahsia kejayaan salah seorang pelajar terbaik SPM Malaysia suatu masa dahulu, Azali Azlan.




TUMPUAN
-Tumpuan amat perlu ketika guru mengajar. Bersembang atau berbual kosong perlu dijauhi agar kita dapat fokus ketika guru menerang di hadapan. Selain  itu ia juga bagi mengelak agar guru tidak terasa/sakit hati disebabkan perbuatan kita. Nauzubillah. (Kita perlu ingat,KEBERKATAN ILMU perlu dijaga.)

- Konsep JIHAD/sungguh2 boleh kita guna dalam aspek ini. Maksud saya di sini apabila belajar, kita belajar sungguh2/betul2.Apabila ibadah, kita ibadah sungguh2/betul2.Dan apabila riadah kita riadah sungguh2/betul2 begitu juga dengan yang lain=). Dapat kita simpulkan disini, bahawa dalam semua perkara kita perlukan JIHAD iaitu KESUNGGUHAN , agar kita mendapat apa yang kita inginkan.( Namun, perlu diingati sekiranya kita telah pun bersungguh-sungguh dalam sesuatu perkara itu namun kita tidak memperolehnya, mungkin ALLAH SWT tidak mengizinkannya atas sebab sesuatu ,wallahualam. DIA lebih mengetahui apa yang terbaik buat kita(^_^)....)

- Tumpuan amat perlu agar kita mampu memahami sesuatu yang kita pelajari. Begitu juga dalam melakukan sesuatu pekerjaan.






ULANG KAJI

-Latihan selapas kelas adalah amat penting bagi menguji kefahaman kita tentang sesuatu bab baru yang kita pelajari. Paling kurang kita perlu siapkan homework/latihan yang guru beri. Disamping memberi kefahaman kepada kita, ia juga dapat mengelakkan kita agar tidak berlambak kerja sekolah yang belum disiapkan.( Bertangguh untuk menyiapkan kerja sekolah yang diberi perlu dielakkan sangat2, kerana ia hanya akan memberi kesan negatif kepada kita. Menyiapkan kerja sekolah pada hari yang diberi adalah amat digalakkan, ia amat memberi natijah yang baik kepada kita. Selain itu, menyiapkan kerja sekolah 'last minute/ at the eleventh hour' hanya akan memberi tekanan kepada kita. Begitu juga persiapan untuk menghadapi peperiksaan, perlu awal disediakan. )

- Membaca semula nota yang telah dibuat sebelum kelas juga turut membantu kita memhami pelajaran baru yang kita pelajari. Khususnya bagi subjek2 bacaan.

-Nota/Peta Minda dan latihan adalah amat perlu bagi aspek ini.

Tambahan,
- Dalam masa yang sama juga belajar ikut 'mood' juga amat bagus. Namun perlu diingat, pastikan 'mood' belajar dan ingin menuntut ilmu dan ingin mengetahui benda baru itu sentiasa ADA. Perlu sentiasa disuburkan dengan baja DOA & JIHAD/SUNGGUH2 agar pokoknya tidak layu, sehingga boleh membinasa diri.

-Minat dan suka kepada sesuatu subjek itu juga perlu agar memberi banyak manfaat kepada kita yang menuntut ilmu. Istilah ' TAK SUKA SUBJEK NI' adalah tidak perlu ada dalam diri pelajar. Sewajarnya istilah itu tidak muncul dalam diri kita. Ini kerana, tidak ada sebab untuk kita memperlakukan sedemikian rupa. Fikir2 kan (^_^)...
Selain itu, perlu juga diimbangi setiap subjek yang dipelajari. Semua perlu dibahagi masa sama rata, dan perlu lebih tumpan kepada subjek yang kita lemah. Ia sama seperti kita melayan anak perlu kita beri perhatian sama rata, jika ada anak yang sakit maka si ibu dan si ayah perlu memberikan sedikit perhatian kepadanya. Kadang2 ibu bapa perlu berkorban untuk anaknya     (amat besar jasa AYAH & IBU ). Begitulah juga dengan belajar , sekiranya ada subjek yang kita lemah, maka kita perlu beri perhatian serius kepadanya.
Seperti, menetapkan setiap hari kita perlu belajar subjek yang kita lemah. Setkan masanya. Agar masaalah yang kita hadapi mampu kita selesaikan. InsyaALLAH.

-Jadual belajar juga boleh membantu kita menguruskan masa dengan lebih sistematik.


3) Amalan Rohaniah

Amalan fardhu adalah seperti sedia maklum. Kewajipan adalah perlu diutamakan. Kita perlu menjaga hubungan kita dengan ALLAH SWT & hubungan dengan manusia, hablu min nallah hablu min nannas. Mengingati ALLAH SWT setiap waktu adalah perlu kerana ia adalah salah satu kewajipan kita.




 Amalan fardhu adalah paling utama berbanding amalan sunnat , maka sekiranya kita lebih mengutamakan amalan sunat berbanding amalan fardhu ia boleh jatuh hukum haram.  Oleh itu , kita perlu elakkan dari berbuat demikian untuk kemaslahatan bersama.& kita juga perlu menjaga kesempurnaan amalan fardhu. Seperti menjaga kekhusyukan ketika solat & banyak lagi. Banyak manfaat mampu diperoleh jika kita khusyuk dalam solat. Jika tidak mampu kita boleh mencuba & terus berusaha mendapatkannya.




Selain itu, terdapat juga amalan sunat yang ada diajar dalam agama. Ia bertujuan bagi menyokong & menyempurnakan amalan fardhu yang kita lakukan.
Dalam semua perkara ini , niat yang ikhlas hanya kerana ALLAH SWT perlu dititikberatkan . Agar apa yang kita lakukan bersandar hanya kepada-NYA, dilakukan hanya kerana ALLAH SWT. Lillahi Ta'ala...

Terdapat banyak amalan nafilah atau pun sunat yang boleh kita amalkan yang bertujuan untuk menyempurnakan amalan-amalan fardhu.

-Qiammulail.
Qiammulail  adalah bangun pada waktu malam, iaitu melakukan amalan soleh untuk mendekatkan diri kepada ALLAH SWT.Dalam hal ini Qiammulail adalah amalan sunat yang dituntut atau yang utama selepas amalan Fardhu.

Rasulullah SAW ada ditanya , '' Solat apakah yang paliln utama selepas solat 5 waktu?''
Baginda menjawap dengan tegas ,mafhumnya, '' Solat Malam!.''
(H. R. Muslim)

Terdapat beberapa manfaat Qiammulail antaranya,
ALLAH SWT berfirman mafhumnya,
"Sesungguhnya sembahyang & ibadah malam itu lebih kuat kesanya kepada jiwa & lebih betul bacaannya."
(Surah Al-Muzammil, ayat 6.)

Dilaporkan oleh Rubai'ah bin Waqash, Rasulullah SAW bersabda , mafhumnya:
" Ada 3 keadaan di mana doa pasti dikabulkan. Pertama, apabila seseorang mengerjakan solat di suatu tempat dengan hanya ALLAH SWT melihatnya. Kedua, apabila seseorang yang bersama rombongan & ditinggalkan kawan-kawannya , namun dia tetap tidak pergi. Ketiga, sewaktu seseorang Qiammulail pada akhir malam."

Salman Al Farsi menceritakan, Rasulullah SAW bersabda , mafhumnya,:
"Kerjakanlah solat malam, kerana itu adalah kebiasaan orang soleh sebelum kamu, jalan mendekatkan diri kepada Tuhan, penebus kesalahan serta penghindar penyakit."

Jika dari sudut kajian sains pula, waktu sepertiga malam ( bermula daripada kira-kira jam 2 pagi) adalah waktu di mana kandungan oksigen paling banyak di muka bumi berbanding waktu-waktu yang lain. Kandungan oksigen ini mampu menyegarkan otak dan amat baik jika dimanfaatkan, seperti mengulangkaji pelajaran selepas qiammulail.

-Banyakkan Berdoa.
Doa adalah senjata umat Islam. Ia juga satu ibadah.
ALLAH SWT ada berfirman, mafhumnya,
"...berdoalah kamu kepada-KU , nescaya akan AKU perkenankan bagimu..."
(Al- Mu'minun:60)
Banyakkan solat hajat juga banyak membantu kita dalam semua perkara. Ia seperti apa yang ALLAH SWT firmankan dalam kitabullah di atas. Ia amt bermanfaat kita amalkan dalam semua perkara & pada bila-bila masa pun jua.



-Solat Sunat Dhuha.
Solat sunat Dhuha adalah solat sunat yang dilakukan beberapa minit selepas terbit matahari. (anggaran lebih kurang dari jam 8-10 adalah waktu Dhuha).
 Antara fadhilat solat sunat ini ,
"Solat Dhuha itu mendatangkan rezeki & menjauhkan kemiskinan ,& tidak ada orang yang memelihara solat kecuali orang yang bertaubat."
(H. R. At-Tirmizi)

-Solat Sunat Istikharah.
Dengan solat sunat istikharah kita mampu memohon agar ALLAH SWT memberi petunjuk &  hidayah kepada kita untuk membuat sesuatu  pilihan yang terbaik buat kita dunia akhirat, insyaALLAH. Memohon pada ALLAH agar diberi petunjuk untuk memilih jawapan yang betul ketika menjawap peperiksaan juga amat baik bila diamalkan, agar kita mampu memilih jawapan yang betul ketika menjawap paperiksaan.
(Sebelum keputusan peperiksaan SPM diumumkan saya sering didatangi mimpi bahawa saya mendapat keputusan 10A dalam SPM. Mimpi tersebut juga pernah hadir ketika awal tahun peperiksaan. Mungkin ini adalah salah satu  kelebihan mengamalkan solat sunat ini. Namun,  saya cuba agar tidak over confident dengan mimpi itu kerana risau jika ia ujian dari ALLAH SWT. Wallahualam.)

-Puasa Sunat.
Puasa sunat hari Isnin & Khamis adalah salah satu contoh puasa sunat yang baik untuk diamalkan. Puasa adalah amat bermanfaat kepada kita , kerana itulah Islam mensyariatkan Puasa sebulan setahun.
Perintah puasa  pada bulan Ramadhan ,
ALLAH SWT berfirman, mafhumnya,
"Wahai orang-orang beriman, diwajibkan ke atas mu berpuasa sebagaimana diwajibkan ke atas mereka yang sebelum mu. Semoga kamu bertakwa."
(Al-Baqarah:183)

Antara khasiat puasa,-4  & throxine-3  dilakukan sebelum Ramadhan & pada hari ke10 , ke20 & ke29 Ramadhan.
Di  Universiti Sains Perubatan Tehran, DR.  F. Azizi & rakan-rakaaannya membuat kajian ke atas 9 orang  lelaki yang berpuasa Ramadhan.  Pemeriksaan darah bagi mengukur kadar  glucose, bilirubin, calcium, phosphorus, protein, albumin, follicle stimulating  hormone, thyroid stimulating hormone, testosterone, prolactin, luteinising hormone, throxine-4  & throxine-3  dilakukan sebelum Ramadhan & pada hari ke10 , ke20 & ke29 Ramadhan.
    Di samping itu, berat badan mereka juga ditimbang. Ujian-ujian ini menunjukkan puasa menurunkan paras gula dalam darah ke tahap yang rendah tanpa mendatangkan sebarang kemudharatan. Kadar kolestrol yang memudharatkan iaitu kolestrol LDL (Low Density Lipoprotein) menurun & sebaliknya kolestrol baik iaitu kolestrol HDL (High Density Lipoprotein) meningkat.
Paras lemak di dalam darah secara umumnya juga menurun. Kajian-kajian ini menunjukkan , puasa pada bulan Ramadhan tidak memudharatkan kesihatan . Malah sebaliknya ia memberi kesan yang baik kepada metabolisme badan sekali gus mencegah serangan pelbagai penyakit terutamanya yang berkaitan dengan lebihan gula & lemak. Hal ini juga ada disebut di dalam Islamic Perspectives in Medicine oleh DR. Shahid Athar , terbitan  American Trust Publication, Indianapolis.

Menurut Dr. Lonny J. Brown (Ph.D) dalam Adventures in Therapeutic Fasting , "Amalan yang biasa dilakukan dalam masyarakat hari ini adalah apabila seseorang menghidap penyakit , dia akan mengambil ubat bagi meredakan penyakitnya. Sudah tiba masanya  bagi kita mengamalkan sesuatu yang berbeza iaitu mengamalkan puasa ketika sakit. Sebenarnya puasa adalah penawar. Ia merangsang beberapa perubahan yang melibatkan metabolisme badan & perubahan ini membantu ke arah pembersihan & pembaikan dalam badan.Semasa berpuasa organ-organ dapat berehat & kerehatan ini membantu badan membuang segala kotoran serta toksin di samping menyegarkan sel-sel...."

Dengan kesegaran ini ia juga mampu untuk memudahkan kita memahami pelajaran yang dipelajari. Namun, perlu diingatkan agar kita melakukan puasa sunat itu menurut kemampuan, agar ia tidak mendatangkan kemudharatan kepada kita.

Dalam sebuah jurnal perubatan berprestij ,  The Lancet , ada dinyatakan, " Puasa selagi mana tidak menyebabkan kelemahan badan yang bersangatan adalah tidak memudharatkan...."

-Menghafal Al Quran & Al Hadis.
Dengan menghafal, ia mampu menajamkan minda. Ia terbukti dari sudut Islam & Sains.

-Surah Yassin.
Yassin diumpamakan jantung Al-Quran. Dengan mengamalkannya ia  mampu untuk memudahkan kita dalam pembelajaran.

Mengamalkan membaca Surah Yassin setiap malam.
(Seorang senior telah memberitahu saya bahawa membaca yassin setiap malam mampu memudahkannya memahami pelajaran. Pekara itu cuba saya amalkan, alhamdulillah, sama seperti yang senior itu katakan. Perkara tersebut juga ada dinyatakan oleh beberapa orang pelajar & junior saya yang mengamalkannya. Wallahualam.)
Selain itu, ia juga baik untuk diamal ketika permulaan pagi (selepas Solat Subuh).
(Seorang penceramah ada memberitahu kami agar mengamalkan membaca Surah Yassin pada permulaan pagi kerana banyak kelebihannya. Pelajar-pelajar di sekolah beliau juga mengamalkannya, & itu merupakan salah satu rahsia kecemerlangan pelajar-pelajar di sana. Wallahualam.)


-Al Ma'thurat.
Terdapat banyak fadhilat mengamalakan Al ma'thurat pagi & petang.

-Banyakkan berbaik sangka (Husnu Zon)
Dengan berbaik sangka ia mampu menjadikan kita seorang yang berfikiran positif. Husnu Zon  perlu kepada semua orang & perkara. Paling utama adalah Husnu Zon terhadap ALLAH SWT.



4)Hablu minannas  (Hubungan dengan manusia)

-Hubungan dengan ibubapa.
Nabi Muhammad SAW ada bersabda, mafhumnya
" Redha ALLAH terletak pada redha ibubapa."

Sebagai anak telah menjadi kewajipan kita mentaati ibubapa dalam semua perkara KECUALI yang BERTENTANGAN dengan SYARIAT ISLAM
Daripada Abdullah Bin Amr ra, mafhumnya :
Berkata seseorang kepada Nabi SAW: " Aku ingin berjuang bersamamu di medan perang."
Sabda Baginda, :" Adakah kamu  mempunyai kedua ibubapa?"
Jawapnya,:"ya.''
Sabda Baginda lagi,:"Kalau begitu maka berjuanglah & berjihad untuk berbakti kepada keduanya."
(H.R. Bukhari)

Kita juga perlu menjaga perasaan mereka & menghormati mereka.

( Banyak perkara yang saya cuba lakukan bagi menjaga perasaan mereka & tidak menyusahkan mereka. Saya cuba  menggunakan wang simpanan duit belanja yang diberi untuk membayar sesuatu apabila diminta oleh guru atau membeli kismis & lain-lain sebelum meminta duit kepada mereka. Saya setkan dalam minda agar berjimat cermat & cuba untuk tidak menyusahkan mereka. Selagi saya mampu untuk tidak minta wang kepada mereka saya akan menggunakan wang simpanan duit belanja yang diberi untuk membayar buku, beli kismis, madu & lain-lain. Selalu menelefon mereka sekiranya tinggal asrama bagi menanyakan khabar & lain-lain serta mereka mendoakan kita memperoleh kejayaan dalam semua perkara.)
Kesimpulannya,kita cuba untuk tidak menyusahkan ibubapa dalam semua perkara & pada bila-bila masa. Mereka telah banyak berkorban untuk kita.... Mudah-mudahan dengan kejayaan yang kita perolehi mampu mengukir senyuman & menggembirakan serta membahagiakan mereka. Cerdik pandai ada berkata," Kejayaan adalah hadiah bermakna kepada ibubapa." Kejayaan dalam semua perkara, kejayaan dunia akhirat.


-Hubungan dengan guru-guru.
Guru juga adalah insan yang amat bejasa kepada kita. Tanpamu guru, siapalah kami ayat yang perlu kita sematkan juga dalam minda.
^ Hormati guru.
^Cuba menjaga perasaan & hati guru.
^Sekiranya ada kesalahan yang kita lakukan pada guru, cepat-cepat minta maaf pada     mereka.
^Jangan mengumpat guru. Ia perbutan yang perlu dielakkan.

Kita perlu ingat tentang keberkatan ilmu yang kita pelajari juga perlu dijaga.Guru merupakan medium penyampai ilmu ALLAH SWT kepada kita. Selain itu, kita juga perlu menjaga keberkatan ilmu seperti tidak membiarkan buku bersepah di lantai, memijak buku/ilmu, & lain-lain.

-Menjaga juga hubungan dengan kawan-kawan & orang sekeliling.

* Sayangilah Ibubapa, Guru-guru , kawan-kawan & semua di sekeliling kita. Mereka insan-insan bermakna.(^_^)...Jangan biarkan masa berlalu sehingga kita menyesali atas apa yang telah pergi.                        


5)Pemakanan

-Memastikan makanan & minuman adalah daripada sumber yang halal adalah amat penting.

-Banyakkan makan kurma, madu & kismis.

-Banyakkan minum air putih. Air putih mampu refresh otak kita setelah penat belajar. Serta membuatkan kita tidak mengantuk. Selain itu, kandungan oksigen yang tinggi dalam air mampu memudahkann kita memahami & menerima pelajaran.Adalah amat perlu setiap kita menyediakan air putih sebelum belajar. Serta membawa air ketika ke kelas agar kita segar untuk belajar. Air yang telah dibaca ayat-ayat suci Al Quran adalah amat baik untuk minda, seperti air yassin & lain-lain lagi.

-Elakkan memakan organ dalaman, semut & banyak lagi.

-Kurangkan pengambilan makanan ringan, mee segera, minuman bergas & lain-lain lagi makanan yang tidak baik untuk otak.


6)Tambahan

-Belajar sungguh-sungguh...

-Banyakkan bertanya...Mesti bertnya...Jangan lambakkan pertanyaan, supaya tidak membebankan diri...Jangan malu..Malu bertanya, sesat jalan...
(ALLAH saja tahu betapa malunya bila masuk ke bilik guru, tapi saya kena kuat, tidak boleh malu,sebab kita buat benda yang betul...Alhamdulillah akhirnya ALLAH membalas segalanya. Thank u ALLAH.)

-Banyakkan bertawakkal kepada ALLAH SWT kerana DIA tahu apa yang terbaik buat kita. Cuba pegang prinsip " Apa saja yang ALLAH SWT beri kepada saya itu adalah yang terbaik buat saya, kerana DIA tahu yang tidak kita ketahui,"




* Yang dilihat & diukur ALLAH SWT adalah dari pelbagai sudut. Tapi yang diharap sejauh mana TAWAKKAL, PERCAYA nan jitu, pergantungan mu pada-NYA...
Dan tapi tidak bermakna tidak perlu BERUSAHA...
USAHALAH semampu mu, tapi jangan BERAKIDAH bahawa banyak usaha mu PENENTU KEJAYAAN.BERIMAN  lah bahawa TAWAKKAL mu itu sebenrnya  hanya semata-mata pada-NYA...
Kerana kejayaan itu bukan milik sesiapa, tapi KEJAYAAN ITU MILIK ALLAH ...
Jadi seyakinnya hendaklah dikau pohon hanya dari-NYA...



BUAT SEMUA YANG BAKAL MENGHADAPI PEPERIKSAAN...
MA'AN NAJAH FIL DUNYA WAL AKHIRO..






INSYAALLAH BOLEH....!




Sekian sahaja perkongsian saya, maaf dipinta jika ada sebarang kesilapan. Semoga apa yang dikongsikan bermanfaat buat kita semua, di dunia & akhirat. AMIN...

والسلام........

Salam mujahadah(^_^)....

 
 

Saturday, 26 March 2011

Santapan indah buat Mu'min....

Buat pembaca semua, sedikit perkongsian saya sajikan ,mudah-mudahan menjadi bekalan berfaedah buat semua....=) (alahamdulillah dbri ksemptn mbuat pkongsian buat smua walaupn agk busy kbelkgn ni....)


Perkongsian Ilmu:
  

Drpd Abu Hurairah (r) katanya : Sabda Nabi Muhammad SAW yg bmaksud, mafhumnya :
"Orang Mu'min yg kuat itu lebih baik dan lebih kasih kepada ALLAH daripada Mu'min yang lemah , sedangkan semuanya baik. Berusahalah untuk pkara yang berfaedah (bermanfaat) . mintalah pertolongan dari ALLAH dan jangan bersikap lemah. sekiranya kamu ditimpa sesuatu maka janganlah berkata : kalau aku lakukan ia akan jadi demikian , tetapi sudah ditakdirkan ALLAH . DIA lakukan apa yang dikehendakiNYA . Sebenarnya perkataan (kalau) itu boleh mendorong kerja syaitan."
(H.R. Muslim)




drpd hadis ini Rasulullah SAW menilaikan antara 2 orng yg beriman. orang Mu'min yg kuat itu dikasihi oleh NYA drpd Mu'min yg lemh sekalipunnya baik.  

Baginda SAW memerintahkan 3 perkara untuk meningkatkan keimanan :
1)Berusaha bersungguh-sungguh  untuk menghasilkan perkara yang berfaedah.
2)Berpegang teguh dengan ALLLAH dalam segala pekerjaan tanpa perasaan lemah atau mundur.
3)Menerima segala keputusan ALLAH dengan rela hati tanpa sugutan sedikit pun.


pembaca dikasihi semua, marilah kita berusaha sedaya upaya untuk kebaikan dan berserahlah kpd ALLAH dalam menentukan hasilnya. Mudah-mudahan kita akan dikasihi oleh ALLAH SWT....insyaALLAH....




peringatan juga buat diri saya disamping perkongsian buat pembaca.....
(Hadis ini amat memberi motivasi pd sy dalm smua perkara, ALLAH ma'a nahnu,insyaALLAH.., ALLAH always by your side,Fauzan.dan juga semua......InsyaALLAH)

Minta mf jka ada tersalah bhsa atau pggunaan ayt...he. saya budak bru beljr,ada salh tolg betulkan...=)




InsyaALLAH jka dbri ksempatan akan sya kongsikan sdikit petua@rahsia peljr cemerlang....
santapan buat penuntut ilmu...sajian buat pencari ilmu...=)

Sunday, 20 March 2011

Puisi Indah Buat Minda....

Selamat datang pagi.
Lihatlah pada siang ini.
Kerana itulah kehidupan , hidupnya kehidupan.
Pada masa singkat itulah
kau menemui berbagai hakikat keberadaanmu.
Itulah saat meraih nikmat
saat meraih cahaya kemenangan.
Kerana kelmarin hanya tinggal mimpi 
sedang esok hanya fantasi.
Tetapi hari yang sedang kau jalani sekarang ini
akan menjadi kelmarin 
sebuah mimpi yang indah 
dan esok adalah wujudnya harapan.
Berbuat baiklah!
Lihatlah sesuatu yang baik pada hari ini.
Inilah erti penghormatan untuk hari ini.




Oleh,
Kalidas,
Aktor drama India.




Puisi buat pembaca....
Salam Mujahadah(^_^)......